Loading...

3 Hal yang harus dikuasai milenial untuk menuju kebebasan finansial


Abad ke-21 merupakan abad teknologi.

Hampir semua aspek kehidupan masyarakat tergantung dengan teknologi.

Mulai dari perusahaan, instansi, maupun personal.

Bahkan teknologi merupakan teman terbaik bagi sebagian besar orang, itulah kenapa hampir setiap orang di dunia melihat smartphone-nya setiap pagi ketika bagun dari tempat tidurnya.

Berkat perkembangan teknologi jugalah, transparasi informasi dan kemudahan memperoleh informasi menjadi tidak terbendung.

Orang-orang bisa mendapatkan informasi dari akun SOSMED (Sosial Media) mereka dari artikel yang di share oleh akun SOSMED lainnya.

Selain itu, orang-orang juga mudah membagikan informasi (sharing) ke akun SOSMED yang mereka miliki.

Itulah perubahan nyata yang terlihat di abad ke-21 ini.

Orang-orang yang hidup di era ini disebut milenial atau generasi Z (Z Generation). Generasi Z merupakan generasi dimana orang-orang yang lahir pada tahun 1995-Sekarang.

Generasi ini merupakan generasi paling cerdas yang pernah dimiliki umat manusia.

Dimana kecerdasan mereka diatas rata-rata. Hal ini disebabkan oleh kemudahan memperoleh informasi, sehingga orang yang lahir pada generasi ini tidak memiliki batasan untuk belajar apapun yang mereka inginkan.

Ini adalah kesempatan yang tidak pernah dimiliki oleh generasi manusia sebelumnya.

Selain berdampak terhadap kehidupan manusia, teknologi juga berdampat pada perusahaan besar.

Seperti Telkom Indonesia, perusahaan yang bergerak dibidang teknologi komunikasi terbesar di Indonesia ini di tuntut untuk berinovasi besar-besaran.

Mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Jika Telkom tetap mempertahankan layanan SMS, MMS, dan layanan Telpon tanpa berinovasi, maka perusahaan ini cepat atau lambat akan mati.

Karena, akan kalah saing dengan SOSMED yang ada seperti WhatsApp.

Oleh sebab itu, Telkom gencar melakukan inovasi seperti yang di lontarkan oleh President Director Telkom berikut ini:

Inovasi, user experience, dan konten adalah harga mati - Arief Yahya

Untuk melakukan inovasi, tentu saja membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan cerdas.

Hal ini akan menjadi kesempatan terbaik bagi generasi Z untuk mendapatkan kesempatan yang belum pernah ada sebelumnya ini.

Selain itu, perkembangan teknologi juga berdampak terdapat sektor perekonomian suatu negara.

Seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Inggris, Jerman, Rusia, dan termasuk Indonesia.

Hal itu terbukti dengan bermunculnya pemain startup di Indonesia seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Olx, Gojek, Traveloka, dan lainnya.

Hal ini juga menjadi kesempatan terbaik bagi generasi Z yang tidak pernah ada sebelumnya.

Selain kesempatan yang terbuka luas, ada pil pahit yang harus ditelan jika ingin bertahan di era yang serba teknologi ini.

Yaitu kompetisi yang sangat ketat di dunia kerja. Persaingan didunia kerja saat ini tidak hanya dari perusahaan ke perusahaan, ataupun dan divisi ke divisi, melainkan dari negara ke negara atau biasa disebut WWC (World Wide Competition).

Orang-orang akan mudah mendapatkan informasi dari Job Street dan meng-Apply (melamar) pekerjaan yang mereka inginkan dari negara manapun dan ini akan menjadi kompetisi yang sangat ketat.

Karena satu pekerjaan bisa di Apply oleh pelamar di seluruh dunia.

Apabila Anda tidak siap dengan hal ini, Anda akan jatuh kedalam keadaan ekonomi yang buruk.

Berdasarkan uraian diatas dan sesuai dengan judul pada artikel kali ini, saya akan membawakan angin segar bagi Anda dan menjabarkan bagaimana Anda memanfaatkan peluang ini dan apa yang harus Anda siapkan sehingga Anda siap menghadapi kompetisi yang sangat ketat ini.

Berikut hal-hal yang perlu Anda siapkan:

 

1. Memiliki lebih dari 1 skill

Pernahkah Anda melihat seorang karyawan yang telah bekerja puluhan tahun di sebuah perusahaan tereliminasi berkat persaingan yang ketat, kemudian jatuh kedalam ekonomi yang buruk?

Hal itu karena dia hanya memiliki satu skill. Sehingga sulit baginya untuk beralih ke pekerjaan yang lain.

Jika anda ingin masa depan ekonomi yang baik di abad ke-21 ini, Anda harus memiliki lebih dari satu skill.

Ada banyak skill yang bisa Anda pelajari diataranya sebagai berikut:

- Mencari pelanggan (Finding Customer)

Jika anda menguasai skill ini, Anda akan diberikan kemudahan dalam membangun ekonomi di abad ke-21 ini.

Tidak ada anjuran bagi Anda untuk menjadi Salesmen atau sejenisnya, akan tetapi skill ini sangat Anda butuhkan untuk membangun ekonomi yang baik di masa depan.

Misalnya Anda membangun usaha sendiri dan Anda akan mudah meningkatkan penjualan Anda jika Anda menguasai skill ini.

- Menemukan orang baik (Finding Good People)

Banyak diantara pemain bisnis ataupun rekan kerja tertipu karena salah mempercayai orang yang mereka pilih untuk menjadi partner kerja ataupun mitra bisnis.

Jika Anda menguasai skill ini, hal seperti itu tidak akan terjadi kepada Anda.

- Organisasi (Organize)

Skill ini akan sangat bermanfaat bagi Anda jika Anda naik jabatan menjadi supervisor, manajer, ataupun Chief Executive Officer (CEO).

Jika Anda tidak menguasai skill ini, Anda akan gagal pada jabatan tersebut.

Masih banyak lagi skill yang bisa anda pelajari seperti mengajar, komunikasi (mempengaruhi orang dengan bahasa), menginspirasi, dan lain sebagainya.

 

2. Kuasai lebih dari 1 bahasa

Menguasai satu bahasa merupakan hal yang bagus. Akan tetapi menguasai lebih dari satu bahasa merupakan hal yang luar biasa.

Anda dapat melipatgandakan pendapatan Anda dengan mudah jika Anda menguasai lebih dari satu bahasa.

Misalnya, jika Anda mampu membukukan penjualan dari bisnis Anda 1 M per bulan di Indonesia, maka hal yang mudah bagi Anda untuk membukukan penjualan menjadi 2 M di Singapore.

Sangatlah penting bagi Anda untuk menguasai lebih dari satu bahasa, jika Anda ingin benar-benar sukses di abad ke-21 ini.   

 

3. Tingkatkan nilai diri Anda (value)

Faktor terpenting untuk menjadikan Anda menarik bagi pasar (market place) adalah nilai (value) diri Anda sendiri.

Semua skill yang Anda kuasai akan sia-sia jika tidak didukung oleh nilai (value).

Ini apa yang mentor saya katakan:

You get paid to bringing value to the market place, the market place is the people - Jim Rohn

Hal ini mengindikasikan bahwa, sangatlah penting untuk membuat diri Anda lebih bernilai.

Kenapa?

Karena sukses adalah sesuatu yang Anda tarik, dengan menjadi menarik bagi market place (pasar). Sukses bukanlah sesuatu yang Anda kejar.

Jika Anda kurang bernilai bagi pasar, Anda akan menerima banyak penolakan. Akan tetapi, jika Anda bernilai bagi pasar, Anda akan banyak menerima tawaran. Bahkan, Anda bisa minta berapapun gaji yang Anda inginkan.

Mengapa demikian?

Karena nilai yang akan Anda berikan sangat dibutuhkan oleh pasar.  

Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan value?

Berikut tips untuk meningkatkan value diri Anda agar menarik bagi market place:

- Miliki skill yang unik.

Memiliki banyak skill itu sangat luar biasa. Akan tetapi ada hal yang lebih meningkatkan value Anda bagi market place.

Yaitu skill yang berbeda.

Skill yang berbeda bukan berarti Anda harus memiliki skill yang secara total berbeda dengan mayoritas orang, akan tetapi skill yang berbeda di maksud sini adalah skill yang sama, tapi memiliki nilai lebih (more valuable).

- Miliki Track Record

Track Record merupakan indikator bagi perusahaan untuk merekrut (hiring) Anda.

Semakin bagus dan banyak track record yang Anda miliki akan semakin besar peluang Anda untuk memiliki kebebasan financial di abad ke-21 ini.

Itulah tiga hal yang harus anda persiapkan untuk menghadapi tantangan WWC (World  Wide Competition) di abad ke-21 ini.

 

Kesimpulan:

- Pembahasan kali ini adalah tentang 3 hal yang harus dikuasai oleh kaum milenial untuk menuju kebebasan finansial.

- Untuk menuju kebebasan finansial di abad ke-21, Anda harus mengusai lebih dari satu skill, kuasai lebih dari satu bahasa, dan tinggatkan nilai (value) Anda bagi pasar (market place).

- Sukses bukan sesuatu yang Anda kejar, melainkan sesuatu yang Anda tarik.


#Mindset #Inspirasi #Sukses

Share:

Comments

Leave a comment